Blog ini berisi catatan seputar jurnalistik baik fiksi maupun nun fiksi MENYELAMI MIMPI: Puisi Remaja
Tampilkan postingan dengan label Puisi Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Remaja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Agustus 2012

MELUKIS MALAM

aku tak tau, bahkan tak sadar diri
saat jari-jari merakit kata-kata
katanya sih!“melukis malam”.

hanya
deru soundsystem penganten dan nyanyian jangrik malam
yang menggedor-gedor telinga dari luar

serta
ulah iseng nyamuk-nyamuk liar
dan rasa gatal yang telah lama menghuni badan’

angin
seolah membawa dan menghentakannya, ke gendang telinga
dan nyamukpun berkampanye ikut merunyamkan suasana

percakapanpun berlangsung
“musim apa saat ini, mengapa malam begitu liar?”
“sekarang musim akad nikah, dimana para lelaki sejati meminang cinta, membangun rumah tangga serta merencanakan masa depannya”.

Ah! Masa bodoh.
Mending, melukis mimpi dibalik kamar diatas ranjang
Yang tak berbantal kapas
Mengarungi malam, menuju tepi siang
Dengan sisa-sisa lampu dunia di kolong langit sana.

                                          Robatal, 30-08-2012
 





Selasa, 28 Agustus 2012

PETA MIMPI


Ternyata 
Mimpi itu 
Mengantarkanku kembali pada percakpan azali, dijantung sekolah menuju pulang pergi, dibawah pohon asam yang merindang diri, sebelum percapakan kita putar kembali, dalam digit-digit angka-angka yang menggenap diri, izinkan aku mengasingkan diri, kesbuah tempat dimana aku terkurung diri, aku terlelap dan tak mau peduli, akan semua masalalu yang kususun dan tiba-tiba hilang lenyep tampa bekas yang dititipkan.
Ternyata
Peta sahabat
Telah memulaikan kembali, percakapan antara dua persahabatan yang dulu pernah terasingkan. Sedangkan malam telah mengirim isyarat lewat mimpi-mimpinya, tentang pertemuan dan percapkapan sahabat yang terjalin akrab di kanten, lapangan, tembok-tembok serta meja dan bangku sekolah, semua menyulap rindu dan bangunan-bangunan itupun penuh dengan senyum masalalu.
Ternyata
Aku tak sadar diri
Otakku membalik diri, dalam renung ku berkata: “Mengapa harapku tak pernah kesampaian?” namun kadang nuranikupun unjuk gigi “jangan berbuat bodoh, agar tak terbodohi” sungguh aku tidak mengerti dengan rasa ini. Meski dalam diam, dalam tiktak detik percapakan selalu terlintas rasa yang tak biasa, namun ku selalu mencoba menahan diri, menjadi yang sejati, meski hanya sekedar dalam mimpi, agar percakapan tak lagi berhenti dan mati di ujung pagi.
Ternyata
Aku terburu napsu 
Napsu yang telah menjarah dan mengurungku, menewaskan kesejatian dan keakraban, menumbangkan percakapan yang berlangsung dari telinga ke telinga, mematikan senyum dan tawa yang kadang melanglang buana menembus slaksa angkasa  dan membisukan jangrik-jangrik yang mengorkrestra disudut-sudut malam sana.
Ternyata
Masalalu itu nikmat
Bila kita putar kembali, ingatan masalalu itu pasti kita akan merasakan nikmatnya, tampa kita sadari bahwa bibir-bibir kita telah menyunggingkan senyum dan tawa kenikmatan, namun hal tersebut kadang kita lalaikan dan lupakan. Betapa besar harga senyum yang menostalgia itu, bila kita hanya terus mencari dan mencari dan tidak melestarikan yang dicari mungkin sia-sia yang kita dapat nanti.
Singkat cerita, sebenarnya aku alfa atas kedatanganmu yang selalu tiba-tiba, meruncingkan ingatan dan menyisakan sehelai kasmaran yang selalu menostalgia. entah itu karena apa? Aku sudah tidak mampu lagi menguraikannya dengan tinta dan kata-kata.  

                                                                                                                              Robatal, 29-08-2012

Senin, 09 Juli 2012

Sukun yang membungkam diri

diberanda masjid aku membolak-balikkan seisi al-quran
mencari kebenaran
mencermati hukum bacaan
kudapati sukun dikornia mataku
yang terkurung dan tak bisa kemana-mana
aku menggauli sukun itu
seraya kuberkata
"mengapa kau bungkam huruf-huruf yang tak berdosa itu?"
"mengapa tak kau biarkan dia bernapas dan hidup bebas?"
sukun itu diam dalam kesunyian
kutatap sukun itu dengan lekat
terus dia tidak mau angkat bicara
akhirnya aku mati dalam penasaran

                                              Jombang, 9 Juli 2012


Senin, 02 Juli 2012

KAGUM


Izinkan ku petik
Dahan rindu yang melekat dalam jiwamu
Hingga bisa kurasakan keindahannya
Karena!
Ketika ku ingat wajahmu
Tampak keindahan
Membuntuti punggungmu
Wajahmu itukah?
Dalam isarat-isarat mimpiku
Mimpi yang kupeluk sejak dulu
Untuk miliki kekasih sepertimu
Deret-deret tulisan
Kini terus berjatuhan
Menimpa impian dan asaku
Aku tahu aku tidak layak untukmu
Kau sudah begitu dewasa
Sedangkan aku masih balita
Aku hanya arus air yang lepas
Dari bendungannya
Biarlah arus perasaanku mengalir begitu adanya
Menemukan sejati dalam hidupnya
Meskipun hal itu mustahil
Simpanlah kata-kataku
Barang kali kelak
Kau temukan sejatimu
Dan akupun hidup bebas tampa
Rasa kagum yang mengalirkan keheningan.
   
                                     Robatal, 23 Nopember 2011

Minggu, 01 Juli 2012

Menyelami Mimpi

Awalnya adalah pandangan yang melahirkan kebutaan, izinkanku merangkum semua masalalu bersamamu, dibawah cahaya yang begitu menyilaukan mata, pesanku cukup satu, ingatlah aku dan kenangan itu....
Disinilah akhir perjalanan kita, yang terus mengelabu dalam hembusan napsu-napsu yang menjelaka, dileher kepulangan, dalam renung sapaku, “Bila esok tak secerah  hari ini maka terbanglah pada masalalu dimanan kau taruh selembar senyum dialtar kebisuan ini, payung dan sepasang kangguru itu menjadi bukti atas atas pertemuan kita”.

Serta rumput dan bayangan yang hitam kelam, mengingat kita akan  kepedihan perpisahan, andai waktu itu bisa kulalui kembali bersamamu, ingin kumenebusnya dengan sejuta kasih sayang, mendidikmu tentang sebuah arti kehidupan

Bila matahari dan rembulan kelak enggan untuk menyilaukan kembali cahayanya, maka ingatlah aku dan janji-janji yang pernah kau tanam dalam hatiku, akupun tidak akan pernah merasa lelah untuk kembali bersua dan menerbangkan imajiku,  bernostaligia bersamamu dan kenangan itu

Begitulah bunyi suara batinku, saat kucoba menguraikannya pada kata-kata, semua terasa hampa dan abu-abu, sebenarnya aku tidak pernah tau arah tujuan hidupku, semuanya terangkum dalam insting dan jari-jemariku, “mau dibawa kemana jari-jemariku?”, begitulah suara hati kecilku yang kadang menggelitik. Dia hanya bisa bergerak-gerak dan mengikuti keluh dan kesah suara batinku, sungguh saat ini aku sangat haus dengan kepuasan, semua terasa hampa dan hambar dalam pelukan rasa. Tulisan inipun tercipta saat ku sedang kebingung, melangkahkan kaki masa depan.



Rabu, 27 Juni 2012

Bermimpi dengan kehampaan

Terlalu hampa kurasa dunia
Dalam mengurai kata-kta yang selalu patah tulang punggungnya
Tak pernah, bersinar terang dan harum semerbaknya

Begitu gigih
Namun tak pernah kurasa bertaring

Laksana bermimpi dibibir sungai yang begitu curam dan kelam
Semua terasa biasa dan sederhana
Meski tenaga sudah mati-matian
Menginjakkan kaki untuk maju mengejar mimpi
                                             
                                                         Sampang, 27 Juni 2012

Selasa, 26 Juni 2012

Buah Dari Renungan Itu

Anak didikku……
Mungkin sekarang kalian bisa tersenyum, tertawa dan menangis
Merenungkan ayah ibumu yang dengan rela mengorbankan segala sesuatunya
Merenungkan ayahmu yang tak sempat menatap batang hidungmu
Merenungkan ibumu yang telah memperjuangkan hidup dan matinya
Agar kamu dapat hadir kedunia ini
Merenungkan ayahmu yang banting-tulang
Agar kamu bisa menikmati hidup ini

Akupun juga begitu, hatiku luluh mendengar desiran puisi itu
Serasa tak mampu kiranya ku membalas semua pengorbanan batang kembang hatiku
Terasa aku terbakar oleh ke-egoisanku

Lantas bagaimana aku, katamu!
Aku hanyalah partikel diam
Yang memiliki medan magnet jauh lebih besar dari pada yang bergerak
Maka janganlah kau simpan dalam hatimu
Jika suatu katika dalam pertemuan itu
Aku melontarkan kata-kata yang merobek hatimu
Merasakan sakitnya pukulan dan cubitanku
Maka, berhentilah sejenak!
Ingatlah aku dan masalalu itu
Dan hapuslah dengan senyummu
Karena waktu itu aku berada dalam alam bawah sadarku
Kejengkelan itu hanyalah obat penghapus kejenuhanku
Yang terus menggurita dalam pikiranku
 “Serius Tapi Santai” begitulah pedoman hidupku

Tolong ingatlah aku jika kau membaca deret-deret puisi ini
Karena pada saat itu, pikiranku akan terbang hinggap didahan jiwamu
Pada mimik wajah kalian yang lucu-lucu
Kalian yang tetap semangat
Kalian yang selalu ceria
Kalian yang selalu menyuburkan inspirasiku
Mengutus jari-jemariku menjadi sebuah sajak masalalu

Terakhir kutitip salam untukmu
Biarkan raga kita menjauh, namun kuharap batin kita selalu menyatu dalam do’a
Semoga ilmu yang kalian peroleh, menjadi ilmu yang bermamfaat
Dalam mengarungi bahtera dunia dan akhirat
Sehingga kalian menjadi anak yang memperoleh predikat soleh dan solehah
Semoga kalian tetap mengenang masa lalu tangis, canda dan tawa
Dengan menikmati bait-bait puisi yang terlahir dari jari-jemariku
Lewat suatu renungan puisi yang berdendang bersama musikalisasi
Semoga kalian tidak melupakanku dan kenangan itu.

Pasean, 05-03-2012

AKU DAN HATIKU

Kenapa hatikju begitu gelisah
Pada sepotong kata-kata yang menyentuh hatiku
Kasihan sekali dia yang sudah mati-matian mengidolakanku
Sementara aku cuek dan tak mau tahu
Ya tuhan…
Semoga kau tak menjadikan dia kecewa
Karena telah mengidolakanku
Semoga dia tidak kecewa
Karena mencintaiku, Sementara orang lain tahu terlebih dulu
Ternyata kedatanganku kekampung itu
Membawakan sejuta warna
Dalam setiap helai dan hembusan nafas mereka
Tak sia-sia ku korbankan
Segala tenaga dan pikiranku
Sampai tak terasa
Kulipat-lipat malam dan siang
Hingga baru kusadar, bahwa masaku sudah usai
Dan akupun harus bangun dan pergi dari persemedianku
Selamat tinggal semuanya
Semoga doa, senantiasa mempertemukan kita
Aku sayang kalian semua
Dan maaf aku tidak bisa mencintai, dari salah satu kalian semua
Karena kalian-kalian itu adalah anak-anakku
Semoga kita bersama digerbang kesuksesan dunia maupun akhirat
Amin….

Robatal, 7 Juni 2012