Blog ini berisi catatan seputar jurnalistik baik fiksi maupun nun fiksi MENYELAMI MIMPI

Rabu, 18 Juli 2012

Marhaban Ya Ramadhan

Selamat datang wahai Ramadhan...
Mengalirlah bersama hilir-hilir kebajikan
Membanjiri semesta dengan hikmah, serta tawakkal yang terus disenandungkan
Rasa aman, damai dan tentram begitu tampak saat tanggal pertama kau tampakkan
Manusia, malaikat, dan setan sekalipun
Mengalfakan diri, memasuki lorong-lorong  hikmah  dan maunah
Mereka semua melepas baju egois, dengki dan kikir
Agar sampai pada muara ridho dan ampunannya
Selamat datang wahai Ramadhan...
Tak salah jika berjuta hikma turun dibulanmu
Yang yatim kaya dengan keyatimannya
Yang miskin kaya dengan kemiskinannya
Serta yang kaya, murah dengan zadakoh dan zakatnya
Semuanya tersimpuh dalam sujud dan do’a-do’a
Mengharap sejuta keajaiban di malam ganjil yang melebihi seribu bulan
Satu malam yang nispi dengan kejelekan dan tentu diburu-buru orang
Pada saat itu!
Napsu-napsu yang tak bertanggung jawab kaku dalam borgol kesucian
Selamat datang wahai ramadhan....
Akupun menyambutmu dengan senyum kebahagiaan, hati lapang penuh dermawan
Betapapun....
Rinduku padamu tak bisa ditukar dengan rindu pada makhluk lainnya
Aku rindu ingin segera bersua denganmu
Aku bosan dengan titah-titah hawa napsuku
Aku ingin bebas dan merdeka dari penjajahan hawa napsuku
Yang telah menjamah siang dan malamku, dengan kerakusan dan kerusakan
Selamat datang wahai ramadhan....
Idzinkan aku mengarungi siang dan malammu dengan kebaikkan
Agar semua impianku tercapai dan kelak kitapun akan kembali bersemidi, dalam jumpa Ramadhan di tahun yang akan datang
                                                                                            
                                                                                                                              Robatal, 18 Juli 2012




Senin, 09 Juli 2012

Sukun yang membungkam diri

diberanda masjid aku membolak-balikkan seisi al-quran
mencari kebenaran
mencermati hukum bacaan
kudapati sukun dikornia mataku
yang terkurung dan tak bisa kemana-mana
aku menggauli sukun itu
seraya kuberkata
"mengapa kau bungkam huruf-huruf yang tak berdosa itu?"
"mengapa tak kau biarkan dia bernapas dan hidup bebas?"
sukun itu diam dalam kesunyian
kutatap sukun itu dengan lekat
terus dia tidak mau angkat bicara
akhirnya aku mati dalam penasaran

                                              Jombang, 9 Juli 2012


Selasa, 03 Juli 2012

JIL: Jaringan Iblis Laknatullah


Judul diatas sengaja penulis jiplak dari ceramah habib risik yang membahas tentang persatuan antara ummat Islam di Indonesia, ceramah yang sangat menggugah pendengarnya. Pemaparan habib rizik dalam ceramah itu membuat naluriku tertarik untuk mencatatnya kembali menjadi sebuah tulisan yang sekiranya mampu tersebar luaskan ke-halayak polosok masyarakat Indonesia.

Banyak upaya yang dilakukan oleh orang-orang barat untuk melumpuhkan umat islam, mereka serang orang islam dari berbagai sudut, baik dari segi busana, lifestyle sampai pada ideologi, berbagai macam cara yang telah mereka  upayakan untuk membasmi tradisi islam yang telah berlansung bertahun-tahun dinegri yang mayoritas penduduknya dihuni oleh islam.

Pakaian atau busana
Mereka telah berhasil menelanjangi orang-orang islam dari busana muslimnya, banyak orang-orang islam yang pakaiannya ingin yang simple-simple, mereka memakai pakaian yang tidak menggambarkan bahwa dirinya adalah seorang muslim, Terlebih busana-busana yang dikenakan oleh kaum hawa yang sekarang marak di jual dipasar-pasar.

Lifestyle
Mereka telah berhasil merubah pola hidup umat islam. Umat islam saat ini semuanya dibuat gila harta, mereka berbondong-bondong meninggalkan negri ini hanya untuk kepentingan dunia belaka. Mereka yahudi dan nasrani telah meracuni umat islam sampai akhirnya umat islam sendiri lupa pada hakikat penciptaannya. Semua berbalik mereka kejar cinta, harta dan tahta.
Ideologi
Mereka duta besar yahudi dan nasrani masuk kepesantren-pesantren, mencari santri yang cerdas dan mereka berikan biasiswa mereka kasih tempat, mereka kasih makanan untuk belajar tafisir ke-profesor yahudi dan hadis keprofesor nasrani. Ulil Absor Abdalah merupakan salan satu contoh santri yang sudah keracunan ideologi barat. 

Dia berkata bahwa semua agama itu sama baik Nasrani, Kristen, Hindu Dan Budha. Semua akan masuk surga katanya, dari sini sudah jelas bahwa upaya yahudi dan nasrani untuk menghancurkan islam sangat licik dan biadap sekali.

Setelah itu lahirlah jaringan islam liberal(JIL), atau dalam sebutan habib rizik dalam ceramahnya jaringan iblis laknatullah. Semua kalau kita kembalikan fakta dilapangan memang benar apa adanya, biasiswa yang yang berbasis kristen dan budha itu mudah sekali didapat.

Makanya banyak dari kalangan tidak mampu pada saat ini, yang mengejar beasiswa yang seperti itu. Tampa mereka perhatikan sisi negatif dari semua itu, karena penulis yakin dalam masa belajarnya itu pasti ada dogma-dogma yang masuk dan menyerap ke otaknya, meskipun tidak separah komplotan JIL tersebut. Wallahua’lam