Blog ini berisi catatan seputar jurnalistik baik fiksi maupun nun fiksi MENYELAMI MIMPI

Jumat, 03 Januari 2014

Gadis Terpinang Sajakku

Inilah sebilah sajak yang kutulis
Dari sketsa wajah, yang terlukis dibalik garis tangan
Ada rasa yang beda diantara lipatan hari dan malam
Seperti jarak matahari yang begitu dekat sekali, dengan bumi
Lantas, menguapkan air laut, menggiring mendung dan menurunkan hujan
Entahlah! Aku semakin tidak mengerti dengan semua ini...

Tiba-tiba detak jantung soleha berdenyut kencang, ketika membaca sajak itu dia tidak mampu berkata sapatah pun, rasanya ingin terbang membelah langit menembus angkasa raya, tak menyangka bahwa baru kali ini ada pemuda yang berani mengirimnya sebuah sajak, aneh tapi penuh makna. Hal yang tak wajar dirasa, karena selama ini, memang tidak ada lelaki yang mencurahkan perasaannya dengan kata-kata, semuanya lebih condong terburu napsu, mengandalkan penampilan fisik dan harta benda. Mereka beranggapan bahwa soleha tidak ubahnya dengan perempuan lainnya, yang mata duitan, sehingga patut jika dari beberapa anak bangsawan dan orang kaya yang jatuh hati padanya, di tolak mentah-mentah oleh Soleha. Hatinya begitu lembut, terbukti bahwa kelembutan hatinya tidak bisa di sentuh oleh ketampanan, tahta dan harta benda.

Soleha merupakan gadis yang takwa kepada Allah, soleha merupakan cerminan gadis hiasan dunia yaitu al-mar’atus shalihah selain dia cerdas secara intelektual dan emosional dia juga cerdas secara spiritual, di tambah lagi dengan parasnya yang cantik menawan, membuat mata orang yang menatapnya, tidak akan mampu berkedip kala tersandung wajahnya. Siapa sih! cowok yang tidak bisa menaruh hati kala menatapnya?. Semua orang yang mengenalnya, ingin juga memilikinya. Soleha merupakan salah satu design ciptaan Allah yang paling sempurna, yang kelak akan bersaing  dengan bidadari di singgasana surga, tentu bukan hanya karena kecantikannya yang memikat tapi juga perangainya yang terbungkus dengan akhlak.

Sebenarnya siapa pemilik sajak itu? Mengapa dia hanya mengirim rasa? Bukan alamat atau pun nama. Sejak kedatangan sajak itu, yang dia terima dari Diana sahabat dekatnya, dia semakin tidak tenang, kadang sampai dalam rukuk dan sujud pun baris-baris sajak itu, hadir mengelabuhi ingatannya, sajak itu begitu melesap menembus dadanya, masuk lewat pori-pori lantas bersemanyam dalam relung hatinya. Ketika rasa penasaran mencekamnya terus-menerus akhirnya Soleha berkeinginan untuk menemui Diana dan menanyakan siapa si pemilik saja itu. Tapi setelah dia menemui Diana rupanya Diana juga tidak mengenal orang itu, Soleha semakin penasaran ingin segara mengetahui pemilik sajak itu.

Hari-hari Soleha, larut dalam rasa penasaran yang begitu mendalam, dia ingin segera menyingkap siapa sebenarnya pemilik sajak itu, mengapa dia tidak mencantumkan nama ataupun alamat, benarkah ini merupakan hukuman bagi seorang gadis yang mengecewakan seorang laki-laki lantaran menolak lamaranya?.
“Hai, Soleha ini ada kiriman sajak lagi” Diana membuyarkan lamunannya
“Ya, Terima Kasih, oia kamu sudah nanyak siapa nama dia?” Tanya Soleha
“O’O’,  maaf sobat, aku lupa, lagi! hehe.” Celetuknya
“Ya, sudah terima kasih”

Setelah Diana sudah lenyap dari hadapannya, perlahan soleha membuka amplop warna pink yang berisi sajak misteri itu, lagi-lagi jantungnya berdegup kencang, pikirannya melayang-layang antara membuka dan menutup kembali amplo itu....

Mungkinkah semua ini hanya sekedar ilusi,
 yang menyita malam-malammu yang sepi.
Bila kau bertanya tentang siapa aku?
Maka akulah orang yang selalu hadir, tanpa ruang dihatimu
Kemudian tiba-tiba datang membawa sejumput sajak
Lantas, mendeklamasikannya sebagai sajak pinangan

Lagi-lagi detak jantung Soleha, berdetak-detak laksana jam dinding pada sebuah suasana yang hening, kehadiran sajak itu adalah hal baru baginya,  lelaki itu sudah mampu menyita waktu dan menarik perhatiannya. Saat ini, ia sudah tahu siapa sebenarnya pemilik sajak misteri ini, dia adalah Dimas teman dekatnya sejak dulu, sejak masih duduk di Sekolah Menengah Pertama sampai sekarang. Dia orangnya baik, pintar dan juga tampan, namun selama ini memang Soleha tidak punya rasa apapun kecuali, kasih sayang sesama sahabat, yang ia tata dengan baik dan elok.

Kedatangan sajak kedua ini, melenyapkan semua tali keakrabannya dengan Dimas, saat ini ia tidak lagi berhubungan dengan Dimas, meski realitasnya Dimas sering nelpon dan sms dia, tapi Soleha tidak menghiraukannya, hari-hari berubah menjadi sunyi, sesunyi malam yang tanpa bintang dan rembulan, perasaannya seperti tercerabut oleh kepiawaian sajak yang ia kirim kepada soleha, disatu sisi kehadiran sajak misteri yang kemudian terungkap, telah membuatnya gerogi dan membuatnya tidak mampu lagi berkomunikasi dengan Dimas sahabat karibnya itu.

Sementara Dimas sendiri merasa salah tingkah dengan keputusan tersebut, ia merasa terburu napsu, tanpa harus perlahan menumbuhkan benih itu terlebih dahulu, baru kemudian menuainya, malam-malamnya tak lagi nyenyak, hari-hari tak lagi penuh dengan warna, ia tanpak murung dalam kamar, hanya satu hal yang selalu terlintas dalam pikirannya yaitu antara membiarkan dan menarik kembali kata hati (sajak) yang terlanjur ia kirim pada Soleha tersebut.
@@@
Beselang beberapa hari kemudian, ada sebuah pesan yang masuk di HP Dimas, yang tak lain pesan itu adalah dari Soleha. Dimas tercengang melihat pesan yang tiba-tiba masuk di HP-Nya tersebut. Ia takut bahwa pesan itu merupakan kabar buruk, yang nasibnya sama seperti para lelaki yang selama ini Soleha tolak pinangannya, disatu sisi ia ingin segera melihat keputusan atau tanggapan Soleha mengenai sajak pinangan tersebut, namun rasa cemas itu akhirnya hilang dikalahkan rasa penasaran yang mendekam selama beberapa hari yang lalu, Dimas memencet tombol untuk membuka pesan masuk tersebut, namun ternyata, didalamnya bukan berisi pesan biasa tapi juga berisi sajak liris, sebagai sajak balasan yang beberapa hari yang lalu ia kirimkan pada Soleha.

Setelah membaca sajak yang dikirim lewat sms oleh Soleha itu, akhirnya Dimas bernafas lega, sajak itu berisi jawaban dari sajak yang selama ini ia kirim kepadanya. Soleha ternyata menerima pinangannya, namun lagi-lagi rasa bahagia itu pupus seketika, yakni ketika Dimas memandang masa depan. Masa depan menuju pelaminan, mungkinkah ia mampu bersanding dengan soleha baik, secara dhohir atau batin. Sedangkan Dimas merasa sangat jauh sekali, kalau dibandingkan dengan Soleha yang serba sempurna baik secara kepemilikan harta benda, fisik, akhlak serta pengetahuan. Akhirnya Dimas membulatkan niatnya untuk mempersunting Soleha sebagai istrinya dengan beberapa resiko, yang kelak pasti menghadangnya.

Jumat, 20 Desember 2013

Kesadaran Berorganisasi


Sebuah organisasi tidak jauh beda dengan yang namanya anatomi tubuh manusia yang fungsinya saling melengkapi satu sama lain. Kepala kita yang berfungsi sentral dalam tubuh kita, tidak akan pernah berfungsi sempurna manakala salah satu diantara bagian tubuh kita ada yang sakit. Pasti yang namanya kepala akan merasakan sakit yang diderita anggota tubuh. Sebaliknya jika kepala sendiri yang sakit seluruh bagian tubuhpun tidak akan pernah berfungsi dengan optimal.
Selain itu, para pakar organisasi mentakrif organisasi sebagai segala bentuk persatuan atau perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan dimana seseorang terjun, bersusah payah untuk meraihnya. Sehingga kemudian banyak diantara lembaga pendidikan membentuk sebuah organisasi yang dijadikan wahana utama dan sebagai bekal pembelajaran bagi para anak didiknya ketika kelak terjun ditengah-tengah masyarakat.
Hidup dalam sebuah organisasi berarti kita telah belajar hidup bermasyarakat, belajar memahami sifat, krakter dan kepribadian orang lain. Dengan berorganisasi berarti kita sudah memasuki langkah awal untuk berkabung dalam kegiatan sosial, mengabdikan diri pada masyarakat. Serta membebaskan diri dari kungkungan individualisme, acuh tak acuh dan sombong.
Sebab itulah kemudian pesentren kita tercinta ini, memformulasikan panca kesadaran santri  kedalam lima bagian yang meliputi kesadaran beragama, berilmu, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta kesadaran berorganisasi sebagai puncak dan motor penggerak dari beberapa panca kesadaran santri yang lainnya.
Salah satu alasan dirumuskannya kesadaran berorganisasi, karena selama ini umat islam hanya bangga dengan jumlahnya yang mayoritas. Mereka tidak pernah memperhatikan kelemahan yang terdapat pada tubuh umat islam itu sendiri. Sehingga daya saing dalam pengembangan pendidikan, ekonomi, budaya dan politik nihil dan memperhatinkan.
Hal tersebut yang kemudian berimplikasi pada lambatnya pengembangan sumber daya manusia (SDM). Berangkat dari fakta itulah kemudian pesantren yang merupakan lembaga pengembangan ilmu pengetahuan keislaman, tidak pernah surut untuk memotivasi para santrinya untuk ikut andil dalam berorganisasi.
Sementara Islam itu sendiri menghendaki organisasi yang kuat dan handal, barisan yang teratur seperti bagunan yang kokoh ( بنيان مرصوص ) sebagaimana terdapat dalam QS. As-Shaff : 4, kita ingat pula statemen Sayyidina Ali ra, “kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tak terorganisir”.
Dari beberapa uraian diatas jelas bahwa terjun dalam sebuah organisasi merupakan merupakan kebutuhan mendesak yang perlu segera kita tangani, untuk memperbaiki citra umat islam kedepan. Adanya pola hubungan yang baik antara satu bagian dengan bagian yang lainnya, yang tentu mengedepankan komunikasi dan koordinasi dalam menjalankan aktifitasnya, merupakan langkah awal untuk mencapai tujuan bersama kelak dimasa depan.
            Karena tanpa kita sadari adanya teori modern sekarang: Planing, Organizing, Activiting and Controlling, telah banyak dilakukan oleh Nabi Saw. Begitupun dengan organisasi yang baik telah banyak Beliau contohkan baik itu dalam pembentukan Negara Madinah dan dalam berbagai startegi perang yang pernah beliau pimpin. Semua itu berjalan dengan baik dan lancar. Selamat Berorganisasi!

dimuat di Buletin KAMAL

Jumat, 06 Desember 2013

Klik Disini Anda Akan Mendapatkan Majalah Impor Gratis dari Saudi Aramco World



Saudi Aramco World adalah media milik The Arabian American Oil Company (Aramco), sebuah perusahaan minyak Internasional Arab-Amerika yang telah berdiri sejak 75 tahun yang lalu. Saudi Aramco World ini merupakan majalah dua bulanan yang bertujuan untuk memperluas pengetahuan tentang budaya, sejarah dan geografi dunia Arab dan Timur Tengah serta hubungannya dengan Barat. Majalah ini disebarkan secara gratis ke seluruh dunia tanpa bayaran dan berdasarkan permintaan. Siapa saja yang mendaftarkan diri ke program berlangganan majalah cetaknya akan mendapatkan majalah Saudi Aramco World secara gratis.

Saya sudah berlangganan majalah ini sejak tahun 2010 yaitu ketika masih duduk di bangku Madrasah Aliyah (MA MUBA). Sampai detik ini, setiap dua bulan sekali pak Pos rutin mengantarkan majalah dari Amerika ini langsung ke asrama saya. Ya, majalah tersebut dikirimkan ke alamat kita jika sudah berlangganan, gratis. Majalahnya sendiri berisi artikel dan informasi seputar dunia Arab dan Timur Tengah, tentang budaya, pariwisata, kuliner, resep masakan, flora fauna, teknologi dan sebagainya. Semuanya ditulis dalam bahasa Inggris, jadi secara tak langsung majalah ini sudah memberikan kontribusi pada perkembangan pengetahuan saya terlebih tentang bahasa asing. Dari segi isi, menurut saya lumayan bagus. Kita jadi mengetahui banyak hal tentang dunia Arab dan Timur Tengah.


Dulu awalnya saya mendapatkan informasi ini dari seorang teman pondok di Pon.Pes. Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan Madura yang bernama Kholil Aziz SN. Iseng dan penasaran, apa benar bisa dapat gratis, akhirnya saya daftarkan diri saya pada program langganan majalah yang ditawarkan. Nothing to lose. Sekitar sebulan kemudian, majalah perdana saya benar-benar datang! Saya sungguh terkejut dan senang bukan main. Selanjutnya secara berkala majalah-majalah itu menambah koleksi buku pribadi saya dan kini sudah bertumpuk banyak. Lumayan, ‘kan, gratis! Koleksi buku pribadi kita juga bisa bertambah.

Nah, bagi Anda yang ingin mencoba berlangganan, bisa daftar di sini. Masa berlangganan biasanya untuk 12 edisi, kira-kira selama 2 tahun, tapi nanti kita bisa memperbaharui (renew) status berlangganan kita jika sudah mau habis. Selain majalah gratis, kadang-kadang di dalam majalah Saudi Aramco World juga ada program lainnya yang umumnya juga gratis, misalnya permintaan DVD e-majalah, berlangganan hadiah gratis, dsb. Selamat mencoba!